Kamis, 21 September 2017



Aku pernah menunggumu dengan bijak
Dengan dada yang dibiarkan lapang
Pun kenangan yang semakin terang dalam ingatan
Lalu ku biarkan rinduku menua bersama waktu

September yang resah
Seperti kelopak mataku yang kian basah
Aku bernyanyi dipelukan hujan
Bersama malam ku cari bayangmu ditiap rintiknya
Yang ada hanya jarak yang semakin membentang
Perlahan ku tepikan segala harapan
Mencintaimu kini serupa belati yang ditancapkan tepat diulu hati

Tak perlu khawatir, sayang
Di batas penantian
Hatiku tabah menerima segala kehilangan

 


berlatar gerimis, aku menjengukmu diam-diam sewaktu kau terhanyut dalam pilu
dan memanggil namaku penuh rindu

Kamis, 07 September 2017








Bukan perkara mudah menghidupkan degup yang pernah mati
Lalu kau datang temani ribuan hari
Seperti langkah-langkah menuju kaki langit 
Rasanya teduh seperti hujan di mimpi

Dan bila gempa datang silih berganti
Hilangkan risau, kita berlari menuju pagi

Sekuat karang kita bertahan
Berdua itu indah, percayalah




terinspirasi dari lagu Banda Neira, Hujan di Mimpi.