Aku pernah menunggumu dengan bijak
Dengan dada yang dibiarkan lapang
Pun kenangan yang semakin terang dalam ingatan
Lalu ku biarkan rinduku menua bersama waktu
September yang resah
Seperti kelopak mataku yang kian basah
Aku bernyanyi dipelukan hujan
Bersama malam ku cari bayangmu ditiap rintiknya
Yang ada hanya jarak yang semakin membentang
Perlahan ku tepikan segala harapan
Mencintaimu kini serupa belati yang ditancapkan tepat diulu hati
Tak perlu khawatir, sayang
Di batas penantian
Hatiku tabah menerima segala kehilangan