seperti senja yang dipertemukan oleh sore dan matahari,
seperti itulah kita...
mungkin hingga detik dimana aku menuliskan ini
aku masih belum benar-benar menyadari perihal alasan dipertemukannya kita.
yang ku tau,
kala itu senja datang tepat saat kita sedang asyik berbincang tentang rasa.
tentangmu,
seseorang yang bersedia menjadi penawar di segala luka.
seseorang yang bersedia menjadi penawar di segala luka.
dan juga aku,
perempuan yang menyukaimu tanpa adanya batasan kata.
perempuan yang menyukaimu tanpa adanya batasan kata.
sayang,
jika cinta adalah tentang menikmati ranumnya senja, maukah kau terbenam hanya di hatiku saja?