aku ingin menjadi senyum yang paling pagi untukmu sekaligus peluk yang paling hangat sebelum kau terlelap.
Minggu, 21 April 2019
sejak kapan kau menjadi penerka yang ulung, menebak seberapa kedalaman cintaku.
kau pernah berjanji menetap tapi kau juga yang mencuranginya lalu pergi.
lalu kau datang seolah mengiba pada hati yang pernah kau sakiti.
barangkali kau memang berbakat dalam menggores luka, sedangkan aku; hanyalah jemari-jemari yang kerap menuliskanmu menjadi puisi.
Kelak, kau pasti akan merindukanku; sebagai penyair yang piawai memainkan sajak-sajak tentangmu.
Senin, 10 September 2018
seperti senja yang dipertemukan oleh sore dan matahari,
seperti itulah kita...
mungkin hingga detik dimana aku menuliskan ini
aku masih belum benar-benar menyadari perihal alasan dipertemukannya kita.
yang ku tau,
kala itu senja datang tepat saat kita sedang asyik berbincang tentang rasa.
tentangmu,
seseorang yang bersedia menjadi penawar di segala luka.
seseorang yang bersedia menjadi penawar di segala luka.
dan juga aku,
perempuan yang menyukaimu tanpa adanya batasan kata.
perempuan yang menyukaimu tanpa adanya batasan kata.
sayang,
jika cinta adalah tentang menikmati ranumnya senja, maukah kau terbenam hanya di hatiku saja?
Kamis, 21 September 2017
Aku pernah menunggumu dengan bijak
Dengan dada yang dibiarkan lapang
Pun kenangan yang semakin terang dalam ingatan
Lalu ku biarkan rinduku menua bersama waktu
September yang resah
Seperti kelopak mataku yang kian basah
Aku bernyanyi dipelukan hujan
Bersama malam ku cari bayangmu ditiap rintiknya
Yang ada hanya jarak yang semakin membentang
Perlahan ku tepikan segala harapan
Mencintaimu kini serupa belati yang ditancapkan tepat diulu hati
Tak perlu khawatir, sayang
Di batas penantian
Hatiku tabah menerima segala kehilangan
Kamis, 07 September 2017
Bukan perkara mudah menghidupkan degup yang pernah mati
Lalu kau datang temani ribuan hari
Seperti langkah-langkah menuju kaki langit
Rasanya teduh seperti hujan di mimpi
Dan bila gempa datang silih berganti
Hilangkan risau, kita berlari menuju pagi
Sekuat karang kita bertahan
Berdua itu indah, percayalah
terinspirasi dari lagu Banda Neira, Hujan di Mimpi.
Langganan:
Postingan (Atom)
-
belaianmu mencipta sebuah malam. denting melodi dari jemarimu menjelma taman bunga; tempatku bermain; membunuh rasa yang kusam--ma...
-
merayakan rindu senin dini hari pukul sekian, rinduku riuh memanggil namamu. malam ini, tepat 2 tahun kita tidak bertemu...
-
Parameter Bahagia Teruntuk kamu, laki-laki yang pernah aku cintai sejadi-jadinya . Dulu, kita pernah punya mimpi y...